METAMORFOSIS

:::Hanya catatan kecil & kliping artikel:::

More About Me...

hanya seorang anak manusia yang sedang belajar memaknai hidup, tapi ada yang pernah bilang "jangan hanya bisa mencari makna, tapi lakukan sesuatu untuk menemukannya", dan ada lagi yang bilang bahwa manusia yang hanya berorientasi pada makna maka dia akan selalu terjebak di masa lalunya dan selalu ragu dengan masa depannya. akhirnya saya memutuskan untuk menjalani hidup apa adanya, biar lebih hidup!

Another Tit-Bit...

seseorang pernah mengatakan "kalo ada sesuatu yang bisa dilakukan sekecil apapun, jika diawali dengan baik mungkin hasilnya akan besar"

Guru Honorer Capai 10 Ribu Orang, Sertifikasi Genjot Mutu Guru

Kesejahteraan guru masih saja menjadi permasalahan di negeri ini. Dalam hal ini, banyak yang menilai guru belum mampu memberikan pendidikan yang baik terhadap muridnya. Walaupun banyak siswa-siswa pintar hasil didikan guru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi hal itu tercoreng oleh aksi tawuran dan aib-aib lainnya yang menodai buruk dunia pendidikan. Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, guru di Sumbar saat ini berjumlah sekitar 73.171 orang. Dimana lebih kurang 3.000 merupakan guru bantu yang telah masuk dalam database. Sedangkan guru honorer yang belum masuk database, atau dengan kata lain yang gajinya tidak dibiayai APBN jumlah cukup banyak, mencapai 10.000 orang.

Namun dari 73.171 jumlah guru yang ada itu, 46.999 orangnya belum berkualifikasi S-1. Masih banyak mereka yang hanya mempunyai kualifikasi D-2, bahkan yang hanya tamatan sekolah pendidikan guru (SPG), yang setara dengan tamatan SMA. Ini tentu cukup memiriskan, sebab selain mengebiri UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, juga membuat seorang guru tidak bisa disertifikasi, dan mendapatkan tambahan gaji.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Burhasman Bur, saat ini pemerintah pusat dan provinsi telah berupaya untuk meningkatkan kulitas dan kesejahteraan guru. Bahkan sejak 2007 telah dilaksanakan program kualifikasi guru, yang bekerjasama dengan pemerintahan kabupaten/kota.

“Dimana dengan meningkatkan kualifikasi guru-guru yang belum berijazah S-1 menjadi S-1, kita berharap kualitas dan kompetensi guru yang bersangkutan juga semakin meningkat. Dan program ini telah kita gulirkan kepada seluruh kabupaten/kota, tetapi masih ada daerah yang tidak meresponnya, padahal ini sangat penting,” ucapnya.

Padahal dengan ijazah S-1, lanjut Burhasman, guru berpeluang untuk disertifikasi. Dan mendapat tambahan tunjangan profesi sebesar satu bulan gaji, di luar gaji poko dan tunjangan fungsional. Itu semua berlaku bagi guru PNS ataupun yang guru honorer. “Kita berharap dengan tingginya tuntutan akan pendidikan saat ini, guru bisa meningkatkan kompetensinya, salah satunya dengan peningkatan kualifikasi, serta melakukan sertifikasi,” tukasnya.

Hingga 2007, guru di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar yang telah disertifikasi berjumlah 6.421. Dan mereka berhak untuk menerima tunjangan fungsional setiap bulannya. Tetapi sayangnya, sampai sekarang belum semua guru yang telah disertifikasi itu telah menerima tunjangan fungsional. Padahal pemerintah pusat telah menurunkan tunjangan untuk profesi guru di Sumbar Rp7 miliar. Sedangkan yang akan disertifikasi pada tahun ini berjumlah 5.385 orang.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Nur Amin, mengatakan bahwa jumlah guru di Kota Padang berjumlah 9.600 orang.

Lebih dari setengahnya, yakni 5.100 orang merupakaan guru honorer. Pada tahun 2007 telah dilakukan sertifikasi kepada sekitar 643 orang guru. Sedangkan pada tahun 2008 ini telah diusulkan 1.065 guru untuk di sertifikasi.

Nur Amin juga mengakui bahwa dari sekian banyak guru di Kota Padang, masih banyak mereka yang belum melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. “Kita berharap dengan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi, guru-guru betul-betul bisa memiliki empat kompetensi yaitu, kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan Kompetensi kepribadian. Bagi guru yang tidak memiliki keempat kompetensi itu, mereka akan tertinggal,” pungkasnya. (enewsletterdisdik.wordpress.com)

0 comments:

Post a Comment